Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) - Profesional, Berdaya Saing dan Sejahtera

Inilah Manfaat UKW

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting bagi setiap jurnalis untuk membuktikan kemampuan, menjaga standar profesi, dan meningkatkan kepercayaan publik. UKW diselenggarakan berdasarkan amanat Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Peraturan Dewan Pers Nomor 03/Peraturan_DP/XI/2023, yang mewajibkan wartawan terus mengembangkan kompetensinya.
UKW membagi wartawan menjadi tiga jenjang, yaitu Wartawan Muda, Madya, dan Utama, dengan penilaian yang meliputi tes tulis, wawancara, dan ujian praktik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan teknis, serta pemahaman tentang etika dan hukum pers.
Berikut adalah manfaat utama mengikuti UKW bagi wartawan:

      • Meningkatkan Kualitas dan Profesionalitas
        UKW membantu wartawan memperdalam pemahaman tentang prinsip jurnalistik, cara meliput yang benar, verifikasi informasi, dan penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan mendalam. Hal ini berdampak langsung pada kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan.
      • Meningkatkan Kepercayaan Publik
        Sertifikat UKW menjadi bukti bahwa seorang wartawan telah teruji kompetensinya sesuai standar nasional. Publik dan narasumber akan lebih percaya, sehingga kredibilitas pribadi dan media tempat bekerja pun semakin kuat, terutama di tengah maraknya disinformasi dan berita palsu.
      • Perlindungan Hukum
        Wartawan yang memiliki sertifikat UKW dianggap memahami dan mematuhi kode etik serta hukum pers. Hal ini dapat menjadi perlindungan saat menghadapi tantangan atau ancaman hukum dalam menjalankan tugas jurnalistik.
      • Menjaga Harkat dan Martabat Profesi
        UKW berperan penting dalam menjaga citra kewartawanan sebagai profesi yang mulia dan berintegritas. Dengan standar yang jelas, profesi ini semakin dihargai dan tidak mudah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
    • Mendukung Kemerdekaan Pers
      Wartawan yang kompeten lebih mampu membedakan fakta dan opini, serta menyajikan informasi demi kepentingan publik, bukan kepentingan kelompok tertentu. Ini adalah kunci untuk menegakkan kemerdekaan pers yang sehat dan bertanggung jawab.

Berita Lainnya

DEPOK – Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Matapena Keadilan bekerja sama dengan Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kota Depok menggelar pelatihan Paralegal khusus bagi para jurnalis, di Aula Gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok pada Senin (27/07/2026).

​Pelatihan ini diselenggarakan untuk memberikan pembekalan pemahaman hukum dasar serta memperkuat kapasitas perlindungan diri bagi wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik di lapangan.

​Ketua SWI Kota Depok, Yenny menegaskan pentingnya edukasi hukum bagi insan pers demi menunjang profesionalisme kerja.

​”Pelatihan paralegal ini sangat bermanfaat untuk kita insan pers,” ucapnya.

​Lebih lanjut, Yenny menyampaikan apresiasinya kepada YBH Matapena Keadilan serta menyambut hangat partisipasi aktif para jurnalis terkhusus keluarga besar SWI dari berbagai wilayah yang turut hadir menyukseskan acara tersebut.

​”Terima kasih kepada YBH Matapena Keadilan yang sudah berkolaborasi dengan SWI Kota Depok, saya sangat bangga dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran teman-teman SWI DPW Kalimantan Tengah, SWI Pati, SWI Ciamis, SWI Sukabumi Raya dan teman-teman wartawan Jakarta, juga wartawan Kota Depok. Semoga pelatihan ini berguna bagi kita bersama” tandas Yeni.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua YBH Matapena Keadilan, Omega DR Tahun, SH., S.KM., M.H., M.Kes., menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas pers dibidang hukum agar dapat membantu masyarakat luas.

​“Kita ingin membangun wartawan yang juga memahami hukum, untuk membantu masyarakat menyelesaikan masalah mereka,” ungkap Omega.

​“Matapena ingin masyarakat bisa, tahu dan mampu perjuangkan hak hukum mereka. Khusus teman-teman pers, hukum adalah pilar demokrasi, bila ini berjalan beriringan maka keterbukaan informasi bisa terwujudkan,” lanjutnya.

​Sementara itu, Pendiri Sekber Wartawan Indonesia sekaligus Pendiri YBH Matapena Keadilan, Herry Budiman, memandang bahwa kedua lembaga ini lahir dari satu cita-cita yang sama, yaitu menghadirkan masyarakat yang cerdas, terlindungi hak-haknya, dan memperoleh akses terhadap keadilan.

​”hari ini bukan sekadar pembukaan sebuah pelatihan. Hari ini adalah awal dari sebuah ikhtiar untuk membangun paradigma baru dalam dunia pers Indonesia.” ucap Herry dalam sambutannya.

​Herry menegaskan bahwa pelatihan ini bukan untuk mengubah wartawan menjadi penegak hukum. Pelatihan ini juga bukan mencampuradukkan profesi jurnalistik dengan profesi hukum.

​”Yang ingin kita bangun adalah wartawan yang memiliki kompetensi paralegal. Wartawan yang memahami koridor hukum, mampu memberikan edukasi hukum dasar, mengarahkan masyarakat kepada mekanisme penyelesaian yang tepat, dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan akses keadilan.” pungkasnya.

​Dukungan juga mengalir dari tingkat pusat. Ketua Umum SWI, H. Iskandar, S.Sos., mengapresiasi inisiatif jajarannya yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan dukungan dari pemerintah daerah.

​“Saya merasa bangga pada DPD SWI Depok yang mengadakan pelatihan ini, ada dukungan dari Pemkot Depok juga,” ujarya.

​Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Febrina Puspita Sari, S.H., berharap agar agenda edukasi hukum semacam ini tidak berhenti sebagai program sekali jalan, melainkan terus berlanjut menyesuaikan dinamika hukum yang berkembang di masyarakat.

​”Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang semakin luas dan disesuaikan dengan perkembangan persoalan hukum di tengah masyarakat,”

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, organisasi bantuan hukum, serta berbagai unsur masyarakat perlu terus diperkuat,” jelas Febrina.

​Di akhir sambutannya, Febrina menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak penyelenggara atas komitmen mereka dalam membangun kesadaran hukum.

​”Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya kembali menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia Kota Depok dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Mata Pena Keadilan atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan wawasan, kesadaran hukum, kepedulian sosial, serta memperkuat semangat kita semua untuk memberikan manfaat bagi masyarakat secara bertanggung jawab,” tutupnya.

Acara ini juga diikuti oleh 80 peserta lebih dan didukung oleh Pupuk Indonesia dan Bank BJB, menghadirkan Narasumber Dosen Ilmu Hukum Universitas Pamulang Assoc. Prof. DR. Surya Oktarina, S.H., M.Hum, Advokat Anwar Nurdin, S.H., M.H. CLA. CPM. CBC., Omega DR Tahun, S.H., S.K.N., M.H., M.Kes., dan Raja Robert Marpaung, S.H., M.H.

JAKARTA,  Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia (SWI) H. Iskandar, S.Sos secara resmi melantik jajaran pengurus DPP SWI masa bakti 2026-2031, di Grand Ballroom United Tractors, Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (19/7/2026).

Pelantikan bertemakan Menguatkan Solidaritas Wartawan, Membangun Organisasi yang Profesional, Berintegritas dan Berdaya Saing, menjadi momentum penting langkah DPP SWI dalam menghadapi era globalisasi yang semakin kompleks.

Kepada pengurus DPP SWI yang baru dilantik, ia menekankan untuk senantiasa menjaga nama baik SWI, juga mampu menjalani sumpah dan janji sebagai pengurus SWI pusat.

“Kita harus menjaga marwah SWI, yang tadi sudah diucapkan sumpah dan janji betul-betul kita jalankan. Ini harapan saya,” tegasnya.

Bukan hanya seremonia belaka, pelantikan tersebut juga dirangkai dengan kegiatan bertajuk SWI Green Impact, berupa Literasi Hukum Bijak Bermedsos dan Ngopi Bareng Lingkungan Hidup dengan tema sampah Jadi Cuan.

Kegiatan Ngopi Bareng itu menegaskan bahwa SWI juga memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah, yang masih menjadi momok bagi sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam arahannya, Ketum SWI Iskandar menyampaikan dari panggung SWI Green Impact ini, anggota SWI seluruh Indonesia didorong berbuat aksi nyata dengan menjadi pelopor ekonomi sirkular di daerah masing-masing.

“Kita harus berani dalam hal ini, SWI harus menjadi pelopor gerakan ekonomi sirkular, dengan mengubah sampah manjadi cuan,” ujarnya.

Limbah tidak lagi dianggap sebagai sampah akhir, melainkan bahan baku atau sumber daya baru untuk siklus produksi selanjutnya.

Menurut Iskandar, sebenarnya bukan hanya sampahnya yang diolah tapi manusianya sendiri juga yang harus memiliki kesadaran tinggi terhadap penanganan sampah.

“Sebenarnya bukan sampah yang kita olah, tapi kita sebagai manusianya juga perlu sadar diri mengelola sampahnya. Kita SWI harus menjadi pelopor disetiap daerah, itu yang kita harapkan,” imbuhnya.

Ia pun meminta kepada DPW dan DPD yang hadir, untuk mendukung gerakan SWI Green Impact ini. Pasalnya, itu bukanlah wacana namun harus dimplementasikan atau diwujudkan.

“Saya mohon kepada seluruh wartawan yang di SWI maupun yang lain, mohon dukungannya bahwa gerakan SWI seluruh Indonesia ini nyata, tidak hanya omon-omon saja,” ucapnya.

Tak lupa Iskandar menyampaikan terima kasih kepada Pengurus DPW dan DPD SWI, organisasi masyarakat, pelaku UMKM, Aktifis Lingkungan Depok Didiet, Ketua PWOIN Depok Benny Gerungan, Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) dan perwakilan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang menghadiri kegiatan tersebut.

Serta United Tractors, Apmiso, Yayasan Nur Iskandar Abadi, Vita Catering dan Plasticpay, yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

Dalam Ngobrol Pintar dan Inspiratif (Ngopi) bareng, SWI menghadirkan Nara Sumber Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Prof. Popy Rufaidah, S.E., MBA., Ph.D., Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Agus Rusli, S.Pi., M.Si. dan Staf Penggalangan Dukungan Publik (Publik Engagement) Eksekutif Nasional WALHI atau Eknas WALHI.

Kegiatan Ngopi bareng yang merupakan ikon SWI itu, menggagas gerakan pengurangan dan pemanfaatan sampah, agar sampah tidak lagi menjadi menjadi beban namun sebagai solusi mendapatkan uang.

Sedangkan dalam kegiatan Literasi Hukum yang dibawakan oleh Ketua Yayasan Bantuan Hukum Mata Pena Keadilan Omega DR Tahun, S.H., S.K.N., M.H., M.Kes, SWI menggugah masyarakat agar bijak dalam bermedsos, sehingga terhindar dari jerat UU ITE.

Pasalnya, bebas berpendapat bukan berarti bebas tanpa batas, karena setiap jempol yang mengetik di Medsos menyimpan tanggung jawab hukum.

Tampak turut menyaksikan pelatikan pengurus DPP SWI yakni DPW SWI Kalimantan Selatan Sugiannor, Ketua DPD SWI Kota Depok Yenny, Ketua DPW SWI Jambi M.Muslim, Ketua DPW SWI Jawa Barat Edi Suprapto, Ketua DPW SWI Sumut Azhari.

Juga Ketua DPW SWI Kalteng Wahyudi, Ketua DPW SWI Jateng Andrie Once, Ketua DPD SWI Ciamis Yeyep, Ketua DPD SWI Karawang Yusuf, Ketua DPD SWI Pati Mujiarto, Ketua DPD SWI Sukabumi Raya Iin, Ketua DPD SWI Tasikmalaya Deden dan Ketua DPD SWI Kabupaten Tangerang Karjoni, bersama para pengurusnya masing-masing.

SURABAYA – Sebagai langkah nyata penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk wilayah Timur Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) melaksanakan penandatangan MoU dengan Lembaga Uji Kompotensi Wartawan (LUKW) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), di ruangan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unitomo, Jalan Semolowaru No. 84, Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

MoU tersebut ditantangani oleh Ketua Umum SWI Iskandar, S.Sos dan Direktur LUKW Unitomo Dr. Drs. Harliantara, M.I.Kom, disaksikan Sekjend Herry Budiman, Sekretaris LUKUW Dra. Zulaikha, M.Si. Bendahara LUKW Dra. Farida, M.Si. Kabid OKK DPP SWI Riki, Ketua DPW SWI Jatim Hadi Martono, Wakil Ketua DPW Supono, S.H dan Wakil Sekretaris DPW Arco Adi.

“Alhamdulillah, MoU sudah dilaksanakan antara SWI dan Unitomo. Ini menunjukkan keseriusan DPP SWI, dalam upaya meningkatkan kompetensi anggota SWI. Jadi saya harapkan, anggota SWI gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan ikut UKW,” ujar Iskandar.

Ia juga menjelaskan, untuk urusan teknis pendaftaran dan pelaksanaan UKW langsung menghubungi Wakabid Diklat dan Peningkatan Profesi DPP SWI Johan dan Kabid OKK Riki.

“Target peserta UKW wilayah Timur mulai SWI Papua, Maluku Utara, Sulbara, Sulteh, Sulsel, Kaltim, Kalteng, Kalsel, Bali dan Jatim adalah 72 orang. Ini tanggungjawabnya Bidang Diklat dan OKK, dibawah koordinasi pak Sekjend,” jelasnya.

Sebagai wujud dari kerjasama ini, tambah Iskandar, SWI akan menyiapkan penyelenggaraan UKW di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Kota Surabaya, Jawa Timur.

Sementara, Direktur LUKW Unitomo Dr. Drs. Harliantara, M.I.Kom. berharap agar segala yang tertuang dalam MoU dapat dilaksanakan kedua pihak dengan penuh tanggungjawab.

“Sebagai lembaga uji, kami siap melaksanakan UKW dengan SWI dimana pun. Semoga peserta UKW dari SWI, bisa mememenuhi target SWI dan berjalan lancar,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Harli pun melihat niat baik dari Ketum SWI dibalik pelaksanaan UKW tersebut. Ia mengutarakan, tujuan sebenarnya bukan hanya sekedar untuk organisasi semata, melainkan untuk membekali anggotanya dalam menjalani profesi sebagai wartawan yang profesional.

“Saya melihat tujuannya ini sangat baik, untuk itu kami LUKW Unitomo sangat mendukung pelaksanaan UKW SWI di seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu ia menyampaikan, dalam dunia jurnalistik sekarang ini Sumber Daya Manusia (SDM) wartawan perlu ditingkatkan, dalam menghadapi persaingan global.

Oleh karenanya, ia menilai langkah yang dilakukan SWI bekerjasama dengan LUKW Unitomo untuk pelaksanaan UKW sudah sangat tepat.

“Ya kita berharap, pelaksanaannya bisa dilakukan secepatnya di tahun ini. UKW ini bukan untuk organisasi saja, tetapi sangat baik juga dampaknya bagi wartawan itu sendiri,” pungkasnya.

Usai penandatanganan, Ketum SWI menerima Buku Ajar Public Speaking karya Dr. Drs. Harliantara, M.I.Kom.

JAKARTA, Dewan Pimpinan Pusat Sekber Wartawan Indonesia (DPP SWI) secara resmi menggandeng Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dalam penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerja Sama, antara Ketum SWI diwakili Sekjend SWI Herry Budiman dengan Dekan FISIP UMJ Prof. Dr. Evi Satispi, S.P., M.Si., di Aula Lantai 2 Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ, Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Kec. Ciputat Tim., Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (31/7/2026).

Penandatangan tersebut, disaksikan Direktur LUKW UMJ Dr. Tria Patrianti, S.Sos., M.I.Kom, Manajer Administrasi dan Keuangan LUKW UMJ Muhammad Iqbal, Kabid OKK DPP SWI Riki, Wakabid Diklat dan Pengembangan SDM Johan serta Kadiv Media Massa DPD SWI Kota Depok Aldim

as.

Direktur LUKW UMJ Dr. Tria Patrianti, S.Sos., M.I.Kom mengutarakan, Perjanjian Kerja Sama ini dilakukan sebagai landasan atau dasar dalam penyelenggaraan kegiatan kerja sama sesuai ruang lingkup kesepahaman.

“Bukan hanya UKW, MoA ini juga untuk meningkatkan hubungan kerja sama kelembagaan dalam implementasi kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas),” bebernya.

Usai penandatanganan, Dekan FISIP UMJ Prof Prof. Dr. Evi Satispi, S.P., M.Si. menyampaikan, sangat menyambut baik terlaksananya MoA tersebut.

Ia bahkan menekankan, para wartawan sebaiknya tidak hanya berhenti sampai UKW dalam meningkatkan kompetensinya.

“Kami di UMJ membuka peluang bagi para wartawan yang belum menyelesaikan S1 dan S2, untuk mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL),” paparnya.

Sementara, Sekjend SWI Herry Budiman mengungkapkan, dengan dilakukannya penandatangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa SWI bukan sekedar wacana dalam mengembangkan kompetensi para anggota SWI.

“Ini menjadi bukti nyata, bahwa SWI benar-benar memperhatikan dan memperjuangkan mengembangkan kompetensi para anggotanya” cetusnya.

Ia menerangkan, untuk target pelaksanaan UKW SWI dengan UMJ pada tahun 2026 ini sebanyak 60 orang wartawan anggota SWI dari wilayah Sumatera, Jabodetabek, Jabar dan Jateng.

“Targetnya tahun 2026 kita 60 orang wartawan ikut UKW SWI, tapi tidak menutup kemungkinan seiring kebutuhan jumlah pesertanya akan bertambah,” jelas Herry.

Selain itu, Herry mengajak bagi seluruh anggota SWI untuk memanfaatkan peluang study S1 dan S2 jalur program RPL UMJ.

“Saya mengajak teman-teman Anggota SWI mengikuti RPL Study S1 dan S2. ini kesempatan yang baik lho. UMJ minggu mengundang SWI untuk zoom meeting bagi calon mahasiswa dari SWI. Mohon diagendakan pak Johan ya” pintanya.

Lebih jauh, Herry pun menyampaikan untuk hal hal teknis operasional pelaksanaan UKW dan RPL.

“Tadi kan kita sudah diskusi dengan bu Dekan dan Direktur LUKW dan Kaprodi Magister. Nanti akan dituangkan dalam Implementation Agreement (IA) jelang pelaksanaan. Yang ini (IA-red) cukup pak Kabid saja yang tandatangani” pungkasnya.

Kesehatan gigi merupakan hal yang penting dan bergantung pada kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan mulut sedari kecil. Bagaimana cara membentuk kebiasaan positif tersebut? banyak orang tua dan guru belum mengetahui cara yang tepat untuk memberikan pemahaman dalam menjaga kesehatan mulut kepada anak anak.

Pada tahun 2022 ini, Pepsodent bekerja sama dengan Kipin School sebagai sumber belajar digital untuk membangun program edukasi mengenai pentingnya pembiasaan gosok gigi pada pagi dan malam hari selama 21 hari dengan tujuan untuk meningkatkan kebiasaan baik siswa dan siswi di sekolah agar lebih menjaga dan merawat kesehatan gigi dan mulut.

Program tersebut adalah Program Senyum Indonesia yang diperuntukkan seluruh sekolah tingkat dasar di seluruh Indonesia baik SD dan MI. Dengan berpartisipasi dalam Program Senyum Indonesia, maka berkesempatan mendapat:

  1. Perpustakaan Digital Kipin
  2. Sertifikat 30 JP dari Kemdikbud Ristek
  3. 5 Tablet untuk guru terbaik di akhir program
  4. Edukasi kesehatan gigi dan mulut beserta sharing session dengan dokter-dokter gigi Pepsodent
  5. Bergabung dalam komunitas program Senyum Indonesia dengan Guru dari Seluruh Indonesia
  6. Hadiah Produk Pepsodent

Apa saja yang akan didapatkan sekolah yang memiliki Perpustakaan Digital KIPIN?

  1. 400 Bacaan Komik Literasi Pendidikan yang menarik. Seluruhnya merupakan komik mendidik seputar ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan umum, sosial, budaya, dan budi pekerti. Berupa komik berwarna tentu sangat menarik untuk para siswa sehingga meningkatkan minat baca siswa.
  2. 100 Buku Pelajaran Kurikulum Merdeka yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran sehari hari di sekolah.

Luar biasanya, Perpustakaan Digital Kipin tidak memerlukan jaringan internet sama sekali dalam pengoperasiannya. Siswa bisa sepuasnya mengakses tanpa memerlukan kuota internet atau jaringan internet.