Visitor:

6,485
82.100

SWI — Rumah Bersama Wartawan Indonesia

PROFIL DAN SEJARAH ORGANISASI

Lahir dari Kebersamaan, Bergerak untuk Kemajuan Pers Indonesia

Wartawan merupakan profesi yang memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Tidak sekadar menjalankan tugas mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi, wartawan juga mengemban tanggung jawab sosial dalam menghadirkan pemberitaan yang faktual, berimbang, objektif, serta mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Kesadaran akan pentingnya peran tersebut melahirkan gagasan untuk membangun sebuah wadah bersama yang mampu menghimpun potensi, pemikiran, pengalaman, dan aspirasi para wartawan Indonesia. Sebuah organisasi yang tidak hanya menjadi ruang komunikasi dan solidaritas, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan kontribusi nyata melalui gagasan, pemikiran, dan solusi atas berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dari semangat dan kesepahaman itulah, Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) lahir sebagai organisasi yang dibangun atas dasar kebersamaan, kemandirian, dan komitmen untuk memajukan kehidupan pers Indonesia.

SWI memandang bahwa pers memiliki tanggung jawab penting sebagai kontrol sosial, sekaligus mitra strategis dalam mendorong pembangunan nasional. Melalui peran tersebut, SWI berkomitmen untuk turut membangun komunikasi yang konstruktif antara pers, masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa, sejalan dengan cita-cita pembangunan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia.

SEJARAH BERDIRINYA SWI

5 Agustus 2020 — Awal Sebuah Kesepahaman

Tanggal 5 Agustus 2020 menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia.

Pada tanggal tersebut, puluhan wartawan lintas media yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia jurnalistik berhimpun dengan membawa satu kesamaan pandangan: pentingnya membangun organisasi wartawan yang mandiri, terbuka, dan benar – benar terbebas dari afiliasi partai politik maupun kepentingan golongan tertentu.

Para wartawan yang datang dari berbagai latar belakang media dan pengalaman jurnalistik tersebut memiliki kesadaran bahwa perkembangan dunia pers membutuhkan ruang berhimpun yang mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan profesionalisme, serta membangun kapasitas wartawan dalam menghadapi tantangan zaman.

SWI tidak lahir dari satu latar belakang tertentu. Justru keberagaman menjadi kekuatan yang mempertemukan para penggagasnya dalam satu cita-cita bersama, yakni membangun rumah besar bagi wartawan Indonesia.

Dari pertemuan gagasan tersebut, tumbuh semangat untuk menghadirkan organisasi yang mampu menjadi ruang komunikasi, pertukaran pengalaman, pengembangan kompetensi, sekaligus penguatan martabat dan kehormatan profesi kewartawanan.

Semangat kebersamaan inilah yang kemudian menjadi salah satu fondasi utama perjalanan SWI.

7 April 2021 — Penguatan Landasan Kelembagaan

Seiring dengan perkembangan organisasi, SWI memasuki tahapan penting dalam penguatan aspek kelembagaan dan legalitas.

Pada tanggal 7 April 2021, keberadaan organisasi SWI dituangkan dalam Akta Pendirian Nomor 01 tanggal 7 April 2021, yang dibuat di hadapan Notaris Mafrucha Mustikawati, S.H., M.Kn.

Akta pendirian tersebut menjadi bagian penting dari proses penataan organisasi, sekaligus memperkuat landasan administratif dan hukum SWI dalam menjalankan kegiatan serta mengembangkan struktur kelembagaannya.

Melalui proses tersebut, SWI memasuki babak baru sebagai organisasi berbadan hukum perkumpulan, dengan dasar kelembagaan yang lebih formal dan terstruktur.

30 Juni 2021 — Pengesahan Badan Hukum

Penguatan kelembagaan SWI selanjutnya ditandai dengan diterbitkannya pengesahan badan hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU).

Pengesahan tersebut diterbitkan pada tanggal 30 Juni 2021, dengan Nomor: AHU-007972.AH.01.07.TAHUN 2021

Pengesahan badan hukum ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan SWI, sekaligus memberikan landasan formal bagi organisasi untuk menjalankan aktivitas kelembagaan dan mengembangkan jaringan organisasi secara lebih luas.

Dengan demikian, SWI tidak hanya berdiri sebagai wadah yang lahir dari kesepahaman para wartawan, tetapi juga tumbuh sebagai organisasi yang memiliki dasar hukum dan administrasi kelembagaan.

FILOSOFI DAN SEMANGAT PERJUANGAN

Dari Wartawan, Oleh Wartawan, untuk Kemajuan Kehidupan Pers Indonesia

Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia dibangun bukan semata-mata sebagai wadah administratif, melainkan sebagai rumah bersama bagi wartawan dari berbagai daerah, media, dan latar belakang jurnalistik.

SWI lahir dari keyakinan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kebersamaan, integritas, profesionalisme, serta komitmen para anggotanya dalam menjaga kehormatan profesi.

Dalam menjalankan perannya, SWI menempatkan kebebasan pers yang bertanggung jawab, penghormatan terhadap kode etik jurnalistik, peningkatan kompetensi, dan perlindungan terhadap profesi wartawan sebagai bagian penting dari nilai perjuangan organisasi.

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap dunia jurnalistik. Kecepatan arus informasi, perubahan pola komunikasi publik, serta semakin kompleksnya tantangan profesi menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan adaptasi.

Dalam konteks tersebut, SWI hadir untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia wartawan melalui pendidikan, pelatihan, uji kompetensi, diskusi, serta berbagai kegiatan pengembangan profesionalisme.

Lebih dari itu, SWI berupaya membangun jaringan komunikasi antardaerah, memperkuat solidaritas organisasi, memperjuangkan kesejahteraan anggota, dan mendorong terciptanya kehidupan pers yang sehat, independen, profesional, serta bermartabat.

Bagi SWI, organisasi yang kuat bukan hanya diukur dari luasnya jaringan atau banyaknya anggota, tetapi juga dari kualitas pengabdian, integritas, dan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Para Pendiri SWI

Sebuah organisasi besar selalu memiliki sejarah, gagasan, dan perjuangan yang menjadi fondasi kelahirannya.

Para pendiri SWI merupakan bagian penting dari sejarah tersebut. Mereka adalah sosok-sosok yang meletakkan dasar pemikiran, membangun kesepahaman, serta membuka jalan bagi terbentuknya wadah bersama wartawan Indonesia.

Mengenang para pendiri bukan sekadar mencatat nama dalam perjalanan sejarah organisasi, melainkan juga menjaga nilai-nilai perjuangan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Adapun para pendiri Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia adalah:

  1. Herry Budiman
  2. Maryoko Aiko
  3. Putra Gara
  4. Anwar Nurdin
  5. R. Mardi Hardjono

Semangat dan gagasan yang telah diletakkan para pendiri menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dipelihara dan dikembangkan melalui organisasi yang profesional, transparan, solid, adaptif, serta senantiasa menjunjung tinggi etika dan martabat profesi kewartawanan.

VISI DAN MISI ORGANISASI

VISI

Mewujudkan Wartawan yang Profesional dan Sejahtera.

MISI

  1. Memperjuangkan kemerdekaan pers yang bebas, independen, dan bertanggung jawab.
  2. Memperjuangkan hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, akurat, dan sesuai fakta.
  3. Menegakkan peran pers sebagai salah satu pilar penting demokrasi.
  4. Mengembangkan komunikasi positif dan konstruktif antara pers, masyarakat, dan pemerintah.
  5. Membangun interaksi serta komunikasi sosial seluruh elemen bangsa dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan Indonesia dalam arti luas.
  6. Memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan pemberitaan pers anggota SWI.
  7. Memberikan pengayoman hukum dan sosial kepada anggota SWI.

RAKERNAS I SWI

Bogor, 23–26 Juli 2022

Sebagai bagian dari upaya memperkuat arah dan masa depan organisasi, Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I pada tanggal 23–26 Juli 2022, bertempat di Kinasih Resort and Conference, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan nasional tersebut dihadiri oleh 180 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Provinsi Aceh hingga Papua.

Rakernas I menjadi momentum strategis bagi SWI untuk melakukan konsolidasi organisasi, menyatukan visi, merumuskan langkah pengembangan, serta menetapkan program kerja nasional sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan organisasi.

Dalam forum tersebut ditetapkan Program Kerja Utama SWI hingga tahun 2026, sebagaimana dituangkan dalam SK Nomor 01/PKN-SWI/DPP/VII/2022 tentang Program Kerja Nasional SWI.

Adapun program kerja utama tersebut meliputi:

1. SWI Menjadi Konstituen Dewan Pers
Mendorong pemenuhan persyaratan dan penguatan kelembagaan organisasi dalam rangka menjadi bagian dari konstituen Dewan Pers sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Peningkatan Kompetensi Wartawan
Dilaksanakan melalui berbagai program pengembangan kapasitas, antara lain:

3. Peningkatan Kesejahteraan Wartawan
Diupayakan melalui:

4. Penguatan Eksistensi Organisasi
Dilaksanakan melalui:

Melalui Rakernas I, SWI menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang tidak hanya berkembang secara struktural, tetapi juga mampu menghadirkan program nyata bagi peningkatan kompetensi, kesejahteraan, dan profesionalisme wartawan Indonesia.

LANGKAH MENUJU DEWAN PERS

Pendaftaran SWI pada 17 Oktober 2023

Salah satu agenda strategis yang telah ditetapkan dalam Rakernas I adalah mendorong Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia menjadi konstituen Dewan Pers.

Sebagai tindak lanjut dari keputusan tersebut, SWI melakukan berbagai upaya pemenuhan persyaratan administrasi dan kelembagaan dengan mengacu pada ketentuan standar organisasi wartawan yang berlaku yaitu Surat Keputusan (SK) Dewan Pers Nomor 04/SK-DP/III/2006 tentang Standar Organisasi Wartawan dan Peraturan Dewan Pers Nomor 07/Peraturan-DP/V/2008.

Pada tanggal 17 Oktober 2023, SWI secara resmi menyampaikan berkas pendaftaran kepada Dewan Pers.

Penerimaan berkas dilakukan langsung oleh Ketua Komisi Ratifikasi dan Pendataan Pers, Bapak Sapto Anggoro, didampingi Staf Ahli Bapak Windarto serta staf kesekretariatan Dewan Pers, Ibu Rita.

Langkah pendaftaran ini merupakan bagian dari perjalanan panjang SWI dalam memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan standar kelembagaan, serta mendorong pengakuan organisasi melalui mekanisme yang ditetapkan Dewan Pers.

Bagi SWI, upaya tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bagian dari komitmen untuk terus membangun organisasi wartawan yang memenuhi standar profesionalisme, memiliki tata kelola yang baik, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan pers Indonesia.

Perjalanan menuju Dewan Pers juga menjadi pengingat bahwa penguatan organisasi membutuhkan konsistensi, keterbukaan, kedisiplinan, serta kerja bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota.

MENJAGA SEJARAH, MEMBANGUN MASA DEPAN

Perjalanan Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia merupakan rangkaian proses panjang yang dibangun melalui gagasan, kebersamaan, perjuangan, dan komitmen untuk memajukan kehidupan pers Indonesia.

Dari kesepahaman sejumlah wartawan pada 5 Agustus 2020, penguatan legalitas pada tahun 2021, konsolidasi nasional melalui Rakernas I tahun 2022, kegiatan rutin tahunan peringatan Hari Kebebasan Pers Seduinia (HKPS) hingga langkah pendaftaran ke Dewan Pers pada tahun 2023, seluruhnya menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang perlu dijaga dan dilanjutkan.

Sejarah tersebut bukan hanya catatan tentang bagaimana SWI dilahirkan, tetapi juga menjadi pengingat tentang tujuan besar yang harus terus diperjuangkan.

SWI akan terus bertumbuh sebagai rumah bersama wartawan Indonesia, tempat memperkuat persaudaraan, meningkatkan profesionalisme, memperjuangkan kesejahteraan, serta membangun kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sebab, organisasi yang besar bukan hanya organisasi yang mampu bertahan melewati waktu, melainkan organisasi yang mampu menjaga nilai-nilai perjuangannya, menjawab tantangan zaman, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

LEMBAGA PENDUKUNG SWI

Melek Hukum, Memperluas Pengabdian, dan Memperkuat Kemandirian Organisasi

Dalam perjalanan pengembangan organisasi, Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) terus berupaya memperluas peran dan kontribusinya melalui pembentukan serta pengembangan unit dan lembaga pendukung yang memiliki bidang kegiatan dan orientasi pengabdian masing-masing.

Keberadaan lembaga-lembaga tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem organisasi yang saling mendukung, memperkuat pemberdayaan anggota, serta memperluas manfaat SWI bagi masyarakat.

Adapun lembaga yang berada dalam lingkungan pengembangan SWI meliputi:

1. Yayasan Bantuan Hukum Matapena Keadilan

Lembaga yang diarahkan untuk advokasi hukum dan penguatan kepedulian terhadap keadilan dan kepentingan masyarakat, serta mendukung kegiatan sosial, kemanusiaan, dan literasi hukum. SK Kemenkumham NOMOR AHU-0025266.AH.01.04.Tahun 2025

2. TLC SWI (Training and Learning Center SWI)
Wadah pengembangan pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang jurnalistik, kompetensi wartawan, literasi media, serta
pengembangan profesionalisme.

3. Koperasi Sekber Wartawan Sejahtera (SWS)
Lembaga ekonomi berbasis koperasi yang dibangun sebagai bagian dari komitmen SWI dalam mendorong kemandirian ekonomi, pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan anggota. Dengan  pengesahan SK-Kemenkop Nomor: 12788/BH/M.KUMK2/III/2019.

Ketiga lembaga tersebut menjadi bagian dari langkah pengembangan SWI dalam membangun organisasi yang tidak hanya berorientasi pada penguatan profesi kewartawanan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pendidikan, sosial, keadilan, dan kesejahteraan.

Melalui sinergi dan pengembangan kelembagaan yang berkelanjutan, SWI berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi anggota dan masyarakat, dengan tetap memperhatikan karakter, fungsi, serta ketentuan masing-masing lembaga.

SEKRETARIAT BERSAMA WARTAWAN INDONESIA (SWI)
Bersama Membangun Profesionalisme, Berdaya Saing, Solidaritas,  dan Kesejahteraan Wartawan Indonesia.

SWI bukan sekadar wadah berhimpun wartawan, tetapi rumah besar untuk membangun profesionalisme, pengabdian dan kesejahteraan anggota.